Tempatnya Berbagi Modul dan Makalah Pendidikan

Selasa, 28 Agustus 2018

Pengertian Komunikasi, Unsur-Unsur dan Proses Komunikasi

Manusia hidup dalam dunia komunikasi. Setiap hari dan setiap saat manusia melakukan aktifitas komunikasi antarpribadi, berbicara dengan anggota keluarga, tetangga, dan rekan sejawat . Dengan demikian Hakekat Komunikasiadalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk menyampaikan isi pesannya kepada manusia lain untuk mencapai tujuan tertentu. Melalui artikel ini diharapkan dapat mengetahui dan mampu memahami definisi dan pengertian komunikasi, Mengetahui dan memahami unsur-unsur komunikasi dan proses komunikasi.

Hakikat Komunikasi
Untuk memudahkan kita mendefinisikan dan memahami komunikasi, kita harus mengerti hakikat komunikasi.Kita harus mengambil unsur-unsur komunikasi yang merupakan elemen yang selalu ada ketika kita bicara tentang komunikasi, untuk mengidentifikasikan apakah suatu peristiwa atau gejala dapat kita sebut komunikasi atau bukan. Dari apa yang kita bahas diatas, setidaknya ada tiga unsur yang bisa kita gunakan, yaitu:

1. Usaha
Kata usaha berarti ‘suatu hal yang dilakukan secara sadar dan memiliki tujuan’. Seorang melakukan komunikasi dengan suatu motif, atau setidaknya sadar bahwa ia melakukan suatu penyampaian pesan kepada orang lain-meskipun derajat kesengajaan kadang sulit ditentukan. Sigmund Freud mengatakan bahwa jika manusia terdiri atas alam sadar dan alam bawah sadar. Oleh karenanya, terdapat motif-motif yang disadari (manifest) dan motif-motif yang tidak disadari (latent), terpendam dan muncul dari alam bawah sadar, mendorong kita menyampaikan pesan kepada manusia lain.

2. Penyampaian Pesan
Komunikasi memang berkaitan dengan perilaku manusia dan hubungan antara sesame manusia.Akan tetapi, tidak semua perilaku dan hubungan manusia bisa disebut tindakan atau hubungan komunikasi. Salah satu yang mencirikan bahwa tindakan manusia disebut komunikasi, selain hal yang telah dibahas diatas, adalah adanya tindakan, kegiatan, atau proses penyampaian pesan.

3. Antarmanusia
Objek formal Ilmu Komunikasi adalah untuk penyampaian pesan antarmanusia, yakni manusia yang sehat akal budinya. Objek material ilmu komunikasi adalah perilaku manusia, sama seperti objek material ilmu-ilmu sosial lainnya. Oleh karenanya, Ilmu Komunikasi hanya mengkaji komunikasi antarmanusia dan tidak kepada yang bukan manusia. Berdasarkan pemahaman tersebut diatas dapat dikatakan bahwa Manusia hidup dalam dunia komunikasi. Setiap hari dan setiap saat manusia melakukan aktifitas komunikasi antarpribadi, berbicara dengan anggota keluarga, tetangga, dan rekan sejawat . Dengan demikian Hakekat Komunikasia dalah kegiatan yang dilakukan manusia untuk menyampaikan isi pesannya kepada manusia lain untuk mencapai tujuan tertentu.

Pengertian Komunikasi, Unsur-Unsur dan Proses Komunikasi_
image source: coloniallife.com
Mendefinisikan Komunikasi
Pengertian Komunikasi, Unsur-Unsur dan Proses Komunikasi - Beberapa sumber menyebutkan bahwa kata komunikasi berasal dari bahsa Latin communis, yang berarti ‘membuat kebersamaan’ atau ‘membangun kebersamaan antara dua orang atau lebih’.Akar kata communis adalah communico, yang berarti ‘berbagi’.Dalam hal ini, yang dibagi adalah pemahaman bersama melalui pertukaran pesan. Komunikasi sebagai kata kerja (verb) dalam bahasa Inggris, communicate, berarti :
  • Untuk bertukar pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, dan informasi;
  • Untuk menjadikan paham (tahu);
  • Untuk membuat sama; dan
  • Untuk mempunyai sebuah hubungan yang simpatik.

Sedangkan, dalam kata benda (noun), communication,berarti :
  • Pertukaran simbol, pesan-pesan yang sama, dan informasi;
  • Proses pertukaran diantara individu-individu melalui sistem simbol-simbol yang sama;
  • Seni untuk mengekspresikan gagasan-gagasan; dan
  • Ilmu pengetahuan tentang pengiriman informasi.
  Jadi secara umum, komunikasi didefinisikan sebagai usaha penyampaian pesan antar manusia.Jadi, Ilmu Komunikasi adalah ilmu yang mempelajari usaha penyampaian pesan antarmanusia.Objek Ilmu Komunikasi adalah komunikasi, yakni usaha penyampaian pesan antarmanusia. Ilmu Komunikasi tidak mengkaji proses penyampaian pesan kepada mahluk yang bukan manusia (hewan dan tumbuh-tumbuhan). Pada 1976, Dance dan Larson mengumpulkan 126 definisi komunikasi yang berlainan.Bisa jadi, sekarang jumlah itu telah meningkatkan lebih banyak. Mereka mengidentifikasi tiga dimensi konseptual penting yang mendasari perbedaan ke-126 definisi temuannya itu, antara lain:
  1. Komunikasi dilihat dari Tingkat Observasi atau Derajat Keabstrakannya
  2. Komunikasi bersifat umum: menyatakan bahwa komunikasi adalah proses yang menghubungkan satu bagian dengan bagian lainnya dalam kehidupan. Dalam hal ini, komunikasi adalah gejala yang umum ada dalam kehidupan, tidak ada kehidupan manusia yang lepas dari proses komunikasi; dan
  3. Komunikasi yang bersifat terlalu khusus: menyatakan bahwa komunikasi adalah alat untuk tujuan-tujuan dan bidang-bidang khusus, seperti untuk mengirimkan pesan militer, perintah, dan sebagainya melalui telepon, telegraf, radio, kurir, dan sebagainya.
  4. Komunikasi dengan Tingkat Kesengajaan
Sengaja berarti dilakukan dengan sadar dan kadang terencana.Dalam hal ini, komunikasi dilakukan secara sadar-pesan dan tindakan mengirimkan pesan dilakukan secara sadar.Komunikasi dipahami sebagai situasi-situasi yang memungkinkan suatu sumber mentransmisikan suatu pesan kepada seseorang penerima dengan disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima. Sedangkan, definisi yang mengabaikan kesengajaan, misalnya dari Code (1959) yang mendefinisikan komunikasi sebagai proses yang membuat sesuatu dari yang semula dimiliki oleh seseorang atau monopoli seseorang menjadi dimiliki dua orang atau lebih. Jadi, dalam hal ini kata kuncinya adalah pesan dan informasi yang terbagi bersama antara dua orang akibat pesan yang dating dari satu pihak/orang, entah disadari atau tidak, disengaja atau tidak.

Definisi Berdasarkan Tingkat Keberhasilan dan Diterimanya Pesan
Dalam hal ini, komunikasi dilihat dengan menekankan pada keberhasilan dan diterimanya pesan. Misalnya, definisi yang menyatakan bahwa komunikasi adalah proses pertukaran informasi untuk mendapatkan saling pengertian. Sedangkan, yang tidak menekankan keberhasilan, misalnya definisi yang menyatakan bahwa komunikasi adalah proses transmisi informasi semata, tak peduli pada tingkat keberhasilan penyampaian pesan tersebut.
    
Unsur-unsur Komunikasi
Dari paparan yang telah diuraikan diatas, untuk dapat terjadi proses komunikasi, minimal terdiri dari tiga unsure utama:
  • Pengiriman pesan;
  • Pesan; serta
  • Target penerimaan pesan.
Namun, komunikasi bukan semata terdiri atas tiga unsur ini. Ketiga unsur itu adalah unsur-unsur dasar, tetapi proses komunikasi bisa mengandung lebih dari unsur-unsur itu.

1. Pengirim Pesan: Komunikator
Pengirim pesan adalah manusia yang memulai proses komunikasi, disebut “komunikator”. Komunikator ketika mengirim pesan tentunya memiliki motif dan tujuan, yang sering disebut “motif komunikasi”.Ada yang menyebut pengirim pesan atau komunikator dengan istilah “pengirim” saja atau disebut juga “sumber”. Sebagian pengamat dan ilmuwan komunikasi lain ada yang menyebutnya sebagai encoder. Istilah “encoder” identik dengan istilah yang diartikan sebagai alat penyandi. “Encoding” adalah proses penyandian, yang disandikan dengan pesan.

2. Penerima Pesan: Komunikan
Penerima pesan (komunikan) adalah manusia berakal budi kepada siapa pesan komunikator ditunjukan. Ada ahli lain yang menyebut penerima pesan atau komunikan sebagai “decoder”. Dilihat dari jumlah komunikator dan komunikannya, proses komunikasi dapat terjadi dalam Sembilan kemungkinan, antara lain:
  • Antara satu orang dan satu orang, misalnya penulis dengan kekasih penulis;
  • Antara satu orang dan banyak orang, misalnya penulis dengan mahasiswa penulis;
  • Antara satu orang dan massa, misalnya penulis sebagai penulis opini dikoran, penulis sebagai komunikator massa yang menyampaikan pesan melalui media massa;
  • Antara banyak orang dan satu orang, misalnya sekelompok warga desa yang melakukan demonstrasi terhadap lurahnya atau menyampaikan tuntutan kepada kepala desanya;
  • Antara banyak orang dan banyak orang, misalnya sekelompok mahasiswa dengan kelompok lainnya;
  • Antara banyak orang dan massa, misalnya sekelompok polisi mencanangkan pesan anti-terorisme, menyampaikan pesan melalui TV sebagai media massa elektronik;
  • Antara massa dan satu orang, misalnya khalayak pembaca media massa mempertanyakan pernyataan seorang tokoh dimedia massa;
  • Antara massa dan banyak orang, misalnya khalayak pembaca media massa mempertanyakan sikap sekelompok polisi yang katanya anti-terorisme tadi;dan
  • Antara massa dan massa, misalnya sebagaian khalayak massa pembaca Tempo yang setuju atau suatu pemberitaan, sementara sebagian khalayak lainnya tidak setuju atas pemuatan berita dimajalah itu.

Pesan
Pesan kita definisikan sebagai segala suatu yang disampaikan komunikator kepada komunikan untuk mewujudkan motif komunikasinya.Pesan sebenarnya adalah suatu hal yang sifatnya abstrak (konseptual, ideologis, dan idealistik). Akan tetapi, ketika ia disampaikan dari komunikator kepada komunikan, ia menjadi konkret karena disampaikan dalam bentuk simbol/lambang berupa bahsa (baik lisan maupun tulisan), suara(radio), gambar(visual), mimik, gerak-gerik, dan lain sebagainya.

Saluran Komunikasi dan Media Komunikasi
Saluran komunikasi dapat berjalan baik ada media atau tidak. Komunikasi bisa terjadi tanpa media atau nonmediatedcommunication yang berlangsung tatap muka atau via-a-vis (face-to-face), tatap muka. Aktivitas komunikasi tatap muka ini bentuknya bermacam-macam, mulai dari perbincangan, wawancara, konseling, rapat, seminar, lokakarya, hingga pameran tempat target komunikan (calon konsumen) dapat berbincang langsung tatap muka dengan wakil dari perusahaan guna membicarakan produk yang dipamerkan. Media komunikasi berupa teknologi dilihat dari jumlah target komunikannya dapat dibedakan atas dua jenis:

A. Media Massa
Media massa adalah media yang berkaitan dengan penyampaian pesan. Pesan tersebut berhubungan dengan orang banyak yang membutuhkan pesan dan informasi yang berhubungan dengan apa yang terjadi pada sedikit orang diantara orang banyak itu. Misalnya, informasi berupa gunung meletus yang terjadi disebuah kabupaten dapat diterima kepada seluruh masyarakat disebuah Negara atau bahkan dinegara lainnya, tergantung daya jangkau media massa tersebut.    

B. Bukan Media Massa
Dilihat dari sifatnya, non-media massa dapat dibedakan menjadi dua:
  1. Media Manusia: manusia sebagai penyampai pesan karena pesan tidak bisa dilakukan secara tatap muka sehingga dikirimlah manusia sebagai media penyampai pesan, misalnya kurir pembawa pesan;dan
  2. Media benda: yang dapat dibedakan atas yang elektronik (telepon, faksmile) dan yang nonelektronik (surat). Perkembangan teknologi komunikasi terkini, yakni teknologi komputer dengan internetnya, melahirkan media yang bersifat multimedia. Dikatakan multimedia karena hamper seluruh bentuk media komunikasi yang telah dikenal umat manusia menyatu dalam perangkat elektronik digitalnya. Di internet kita dapat menemukan surat elektronik, i-phone (telepon internet), surat kabar/majalah elektronik, radio internet, TV internet, bahkan kegiatan tatap muka melalui internet (video conference).
  3. Efek Komunikasi
Efek komunikasi adalah situasi yang diakibatkan oleh pesan komunikator dalam diri komunikannya. Efek komunikasi ini berupa efek psikologis yang terdiri dari tiga hal:
  • Pengaruh kognitif, yaitu bahwa dengan komunikasi, seseorang menjadi tahu tentang sesuatu. Berarti, komunikasi berfungsi untuk memberikan informasi;
  • Pengaruh afektif, yaitu bahwa dengan pesan yang disampaikan terjadi perubahan perasaan dan sikap. Misalnya, karena suatu pidato yang bersifat persuasive, tercipta sikap untuk melakukan sesuatu atau sikap setuju tidak setuju terhadap sesuatu; dan
  • Pengaruh konatif, yaitu pengaruh yang berupa tingkah laku dan tindakan. Karena menerima pesan dari komunikator atau penyampai pesan, komunikan bisa bertindak untuk melakukan sesuatu. Misalnya, karena baru mendengar khotbah dimasjid yang mengobarkan kebencian terhadap agama lain, umat Islam dimasjid tersebut beramai-ramai menuju gereja dan membakarnya.
Komunikasi sebagai Aktivitas Simbolis dan Pertukaran Makna
Karena komunikasi terjadi antar manusia, salah satu sifat yang melekat adalah manusia sebagai makhluk yang menyukai simbol (homo simbolicum) dan manusia yang selalu mencari dan mengeluarkan makna (homo significan).Dalam hal ini, komunikasi juga disebut sebagai aktivitas simbolis karena kegiatan komunikasi menggunakan simbol-simbol bermakna yang diubah kedalam kata-kata (verbal) untuk ditulis dan diucapkan atau simbol “bukan kata-kata verbal” (non verbal) untuk “diperagakan”. Manusia selalu dihadapkan pada “arti” atau “makna”. Setiap individu yang menyampaikan “arti” pada orang lain. Perasaan terhadap diri seseorang dibentuk dan didukung oleh respon orang lain. Jika seseorang konsisten menunjukkan dirinya dalam berbagai perbedaan, dia juga harus menerima perlakuan orang lain sesuai yang dia berikan padanya.

Sekian artikel tentang Pengertian Komunikasi, Unsur-Unsur dan Proses Komunikasi. Semoga bermanfaat.

Daftar Pustaka
  • Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar,Bandung, Rosda karya, 2009 
  • Wiryanto. Pengantar Ilmu Komunikasi,
Kumpulan Contoh Makalah_
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Komunikasi, Unsur-Unsur dan Proses Komunikasi