Tempatnya Berbagi Modul dan Makalah Pendidikan

Senin, 10 April 2017

Pengertian Profesi, Profesional, dan Profesionalisme Kerja

Pengertian Profesi, Profesional dan Profesionalisme Kerja - Artikel ini akan menjelaskan tentang pengertian profesi, professional dan profesionalisme kerja. Melalui artikel ini diharapakan dapat memahami dan mampu menjelaskan tentang hal-hal yang terkait profesi, professional, profesionalisme kerja.

A. PROFESI

Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris "Profess", yang bermakna: "Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen".

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, profesi diartikan sebagai "bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (seperti ketrampilan, kejuruan dan sebagainya) tertentu." Dalam pengertian ini, dapat dipertegas bahwa profesi merupakan pekerjaan yang harus dikerjakan dengan bermodal keahlian, ketrampilan dan spesialisasi tertentu.

Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasidan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer, teknik desainer, tenaga pendidik.

Pengertian Profesi, Profesional dan Profesionalisme Kerja_
image source: www.career.com.ng
baca juga: Pengertian dan Tujuan Komunikasi Bisnis dalam Perusahaan

Definisi Profesi adalah kelompok lapangan kerja yang dalam melaksanakan kegiatannya membutuhkan ketrampilan atau keahlian khusus yang didapatkan dari penguasaan pengetahuan dan pendidikan tinggi untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Nilai moral profesi :
  • Berani berbuat untuk memenuhi tuntutan profesi
  • Menyadari kewajiban yang harus dipenuhi selama menjalankan profesi
  • Idealisme sebagai perwujudan makna misi organisasi profesi

Profesi adalah pekerjaan, namun tidak semua pekerjaan adalah profesi.Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya.Daftar karakteristik ini tidak memuat semua karakteristik yang pernah diterapkan pada profesi, juga tidak semua ciri ini berlaku dalam setiap profesi. Secara umum karakteristik yang terdapat pada profesi adalah :
  1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis: Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar padapengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik. 
  2. Asosiasi profesional: Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesitersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya. 
  3. Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi. 
  4. Ujian kompetensi: Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis. 
  5. Pelatihan institutional: Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan. 
  6. Lisensi: Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya. 
  7. Otonomi kerja: Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar. 
  8. Kode etik: Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan. 
  9. Mengatur diri: Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi. 
  10. Layanan publik dan altruisme: Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat. 
  11. Status dan imbalan yang tinggi: Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat. 

Secara umum pekerjaan di bidang IT terbagi menjadi empat kelompok yaitu,
  1. bidang software (sistem analis, programmer)
  2. bidang hardware (technical engineer dan networking engineer)
  3. bidang operational sistem informasi (EDP operator, system administration)
  4. bidang pengembangan bisnis informasi

Berbagai profesi di bidang IT sebagai berikut :
  1. System Analyst
  2. Programmer
  3. Database Administrator
  4. Network Administrator
  5. Network Systems and Data Communications Analyst
  6. Web Developers
  7. IT Project Managers
  8. Computer Systems Engineers
  9. Computer Security Specialists

Dalam melaksanakan kegiatan dalam bidang profesinya, tentu tidak akan terlepas dari etika profesi. Etika Profesi adalah refleksi dari apa yang disebut “Self Control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepentingan profesi itu sendiri.

Prinsip dasar dalam etika profesi :
  • Prinsip Standar Teknis 
  • Prinsip Kompetensi 
  • Prinsip Tanggung Jawab Profesi 
  • Prinsip Kepentingan Publik 
  • Prinsip Integritas 
  • Prinsip Obyektifitas 
  • Prinsip Kerahasiaan 
  • Prinsip Perilaku Profesional 

Etika pada bidang profesi IT meliputi :
  1. Cyber ethics
  2. Kejahatan komputer
  3. E-commerce
  4. Pelanggaran hak atas kekayaan intelektual (copyright)
  5. Tanggung jawab profesi IT

Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.

Pengertian Kode Etik menurut UU no.8 tentang Pokok-pokok Kepegawaian :

Kode Etik Profesi adalah pedoman sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam melaksanakan tugas dan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Kode etik :
  • Untuk menjunjung tinggi martabat profesi 
  • Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggota. 
  • Untuk meningkatkan pengabdian para anggota profesi. 
  • Untuk meningkatkan mutu profesi. 
  • Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi. 
  • Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. 
  • Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. 
  • Menentukan baku standarnya sendiri. 

B. Profesional

Profesional adalah pekerja yang menjalankan profesi.

Dalam menjalankan tugas profesinya seorang profesional harus bertindak objektif, artinya bebas dari rasa malu, sentimen, benci, sikap malas dan enggan bertindak.Selain itu juga memiliki latar belakang pendidikan yang memadai untuk menjalankan profesinya dan ada unsur semangat pengabdian dalam melakukan pekerjaannya.

Seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya.Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai denganhukum di sebuah negara atau wilayah.Meskipun begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut "profesional" dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah.Sebagai contoh, dalam dunia olahraga terdapat olahragawan profesional yang merupakan kebalikan dari olahragawan amatir yang bukan berpartisipasi dalam sebuah turnamen/kompetisi demiuang.

Seorang profesional harus mampu menguasai ilmu pengetahuannya secara mendalam, mampu melakukan kreativitas dan inovasi atas bidang yang digelutinya serta harus selalu berfikir positif dengan menjunjung tinggi etika dan integritas profesi

Modul Makalah | Untuk mencapai sukses dalam bekerja, seseorang harus mampu bersikap profesional. Profesional tidak hanya berarti ahli saja.Namun selain memiliki keahlian juga harus bekerja pada bidang yang sesuai dengan keahlian yang dimilikinya tersebut. Seorang profesional tidak akan pernah berhenti menekuni bidang keahlian yang dimiliki. Selain itu, seorang profesional juga harus selalu melakukan inovasi serta mengembangkan kemampuan yang dimiliki supaya mampu bersaing untuk tetap menjadi yang terbaik di bidangnya.

Watak Kerja Seorang Profesional
  1. Beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti. 
  2. Dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan pelatihan. 
  3. Kerja seorang profesional – diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral – menundukkan diri pada kode etik profesi yang berlaku. 

C. Profesionalisme

Profesionalisme adalah ide atau aliran yang bertujuan mengembangkan profesi agar profesi yang dilaksanakan mengacu pada norma standar dan kode etik serta memberikan layanan terbaik kepada klien / konsumennya.

Profesionalisme adalah sebutan yang mengacu kepada sikap mental dalam bentuk komitmen dari para anggota suatu profesi untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalnya.

Dalam Kamus Kata-Kata Serapan Asing Dalam Bahasa Indonesia, karangan J.S. Badudu (2003), definisi profesionalisme adalah mutu, kualitas, dan tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau ciri orang yang profesional. Sementara kata profesional sendiri berarti: bersifat profesi, memiliki keahlian dan keterampilan karena pendidikan dan latihan, mendapatkan bayaran karena keahliannya itu.

Sikap seorang professional dalam melakukan pekerjaannya adalah :
  • Komitmen tinggi
  • Tanggung jawab
  • Berfikir sistematis
  • Penguasaan materi
  • Menjadi bagian masyarakat profesional

Prinsip Kerja Profesional
  1. Holistic (Keseluruhan) 
  2. Optimal (terbaik) 
  3. Longlife Learner (belajar seumur hidup) 
  4. Integrity (kejujuran) 
  5. Sharp (berpikir tajam) 
  6. Team Work (kerjasama) 
  7. Innovation (inovasi) 
  8. Communication (komunikasi) 

D. SERTIFIKASI

Sertifikasi merupakan suatu cara untuk melakukan standarisasi terhadap suatu profesi. Untuk mendapatkan sertifikasi pada suatu bidang kerja / profesi tertentu, maka diharuskan menempuh pendidikan atau pelatihan untuk jangka waktu tertentu dan melalui test berdasarkan standar yang telah ditentukan. Manfaat sertifikasi adalah :
  1. Pengakuan dari organisasi profesi sejenis
  2. Pengakuan dari pemerintah secara nasional dan internasional
  3. Ikut berperan menciptakan lingkungan kerja yang lebih profesional
  4. Peningkatan karier dan pendapatan
  5. Membuka akses lapangan kerja baik nasional maupun internasional

Contoh sertifikasi bidang IT yang berorientasi pada suatu produk:
  1. Sertifikasi Oracle : OCA, OCP, OCM
  2. Sertifikasi Microsoft : MCSA, MCDBA, MCSE
  3. Sertifikasi Cisco : CCNA, CCNP, CCIE

Contoh sertifikasi yang tidak berorientasi pada suatu produk :
  1. CCP (Certified Computer Programmer)
  2. CDP (Certified Data Processor)
  3. CCP (Certified System Professional)
  4. CPM (Certified Project Manager)

Hambatan pelaksanaan sertifikasi :
  1. Biaya yang mahal untuk mendapatkan sertifikasi tersebut dengan kualifikasi tertentu yang sudah ditentukan dan belum tentu lulus test yang diberikan.
  2. Tidak ada kewajiban sebagai standar kompetensi dari pihak perusahaan (swasta) maupun pemerintah untuk mendapatkan sertifikasi profesi.
  3. Penguasaan materi sertifikasi yang kurang memadai. 

Standar kompetensi seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai alat manajemen, terutama dalam hal :
  1. Menentukan organisasi kerja dan perencanaan jabatan.
  2. Membantu dalam evaluasi/penilaian karyawan dan pengembangannya.
  3. Membantu dalam merekrut tenaga kerja.
  4. Mengembangkan program pelatihan yang khas/spesifik sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sertifikasi menjadi syarat utama bagi para pekerja IT jika ingin bekerja di perusahaan IT skala internasional.Program sertifikasi dilakukan untuk meningkatkan kualifikasi tenaga kerja profesional di bidang IT.Sehingga para pekerja IT tersebut bisa memiliki daya saing.

Sekian artikel Modul Makalah tentang Pengertian Profesi, Profesional dan Profesionalisme Kerja. Semoga bermanfaat.

DAFTAR PUSTAKA
Kumpulan Contoh Makalah_
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Pengertian Profesi, Profesional, dan Profesionalisme Kerja